Labels

Translate

Jumat, 12 Oktober 2012

Aplikasi Pesan Gratis Merugikan Sistem SMS Rp220 Triliun


Operator telekomunikasi global memperkirakan akan alami kerugian sebesar 23 miliar dolar Amerika (sekitar Rp220,0 triliun) dalam pendapatan SMS hingga akhir 2012, saat para pengguna smartphone beralih ke aplikasi pesan gratis, menurut sebuah laporan industri pada Kamis.

Perusahaan riset teknologi, Ovum, memperkirakan kerugian kumulatif akan mencapai 54 miliar dolar Amerika (sekitar Rp516,7 triliun) hingga akhir 2016 saat Short Messaging Service (SMS) memberikan jalan untuk platform berbasis Internet seperti WhatsApp.

“Pesan sosial menjadi lebih luas dan para operator berada di bawah tekanan untuk mendorong pendapatan komponen pesan dari bisnis komunikasi mereka,” ujar Neha Dharia, analis konsumen telekomunikasi di Ovum.



“Para operator perlu memahami dampak aplikasi pesan sosial terhadap perilaku konsumen, dalam hal perubahan pola-pola komunikasi dan dampak pendapatan SMS, serta menawarkan layanan yang sesuai.”

Ovum mengutip peningkatan popularitas WhatsApp, yang memungkinkan pemilik smartphone untuk bertukar pesan secara gratis dengan menggunakan link Internet nirkabel, melampaui gateway SMS yang membebankan biaya per pesan atau untuk kuota per bulan.

“Ovum meyakini bahwa level pertumbuhan ini akan terus berlanjut saat smartphone dan penetrasi moble broadband meningkat, serta mengharapkan pemain yang lebih kecil seperti textPlus, Pinterest dan fring untuk menyebabkan kekacauan dalam kotak pesan,” ujar laporan.

Mendesak operator telekomunikasi untuk melakukan inovasi, Ovum mengatakan peningkatan dalam jumlah pemain yang menawarkan layanan pesan sosial bukanlah trend jangka pendek namun sebuah tanda “perubahan pola-pola komunikasi.”

Pesan teks berawal sebagai sebuah jalan untuk menggunakan cadangan kapasitas telekomunikasi namun menjadi sebuah generator uang tunai utama bagi para operator,sementara menawarkan para pengguna sebuah cara yang murah untuk berhubungan dengan teman dan keluarga tanpa harus melakukan telepon.

Ovum mengatakan pada Juni bahwa SMS berkontribusi sekitar 75 persen pendapatan non-pesan suara untuk perusahaan telekomunikasi secara global pada 2009, namun hal ini diperkirakan akan menurun hingga 47 persen pada tahun ini. (dh/ml)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar